DAMPAK TERSEDIANYA HOTSPOT BAGI MAHASISWA
DI INDONESIA
PENDAHULUAN
Dewasa ini internet bukanlah hal yang asing dalam kehidupan kita. Jaringan internet di Indonesia sudah meluas di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, banyak orang di Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan internet dalam kehidupan mereka sehari-hari. Keberadaan internet sangat membantu banyak orang. Selain sebagai sarana komunikasi, internet juga berperan dalam percepatan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Mutu pendidikan di Indonesia dapat dikategorikan rendah. Indonesia masih tertinggal jauh dari beberapa negara di Asia. Jepang misalnya. Pada tahun 1945, Jepang mengalami kehancuran. Namun, saat ini Jepang sudah termasuk dalam daftar negara maju. Hal ini dikarenakan strategi Jepang yaitu mengutamakan pendidikan terlebih dahulu, atau meningkatkan mutu sumber daya manusianya.
Rupanya hal ini juga memicu semangat bangsa Indonesia. Terbukti dengan adanya pertukaran pelajar, serta studi banding di beberapa negara maju dan berkembang lainnya. Langkah-langkah tersebut dapat membawa kesadaran pada pemerintah tentang rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, serta menjadi tolak ukur terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga mengupayakan sarana dan prasarana yang menunjang perkembangan pendidikan di Indonesia. Hal ini mengingat perkembangan pendidikan di Indonesia yang lambat, bahkan tidak berkembang. Walaupun persebaran sarana dan prasarana diupayakan secara merata sampai ke pelosok-pelosok nusantara. Meskipun demikian, masih banyak anak yang belum tersentuh oleh pendidikan serta teknologi informasi. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan anak-anak di daerah terpencil yang buta aksara. ( )
Menghadapi masalah demikian, pemerintah mencanangkan beberapa program, di antaranya Program Wajib Belajar 9 Tahun, Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Perpustakaan Keliling, serta Jaringan Pendidikan Nasional. Dengan berbagai program, pemerintah diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah pendidikan di Indonesia.
Pelaksanaan program-program tersebut hampir mencakup seluruh propinsi di Indonesia. Pemberian dana BOS berdampak positif. Beberapa sekolah sudah membebaskan siswa-siswinya dari SPP (Sumbangan Pembangunan Pendidikan). Perpustakaan keliling juga disambut baik oleh anak-anak di Indonesia. Mereka mendapatkan layanan berbagai macam buku bacaan yang menunjang pendidikan mereka.
Jaringan Pendidikan Nasional atau Jardiknas membawa dampak positif bagi percepatan perkembangan pendidikan di Indonesia. Jardiknas harus diakses melalui internet. Beberapa kemudahan yang didapat adalah sarana komunikasi antarpimpinan sekolah, tanpa harus bertatap muka secara langsung, di mana pun dan kapan pun. Selain itu, Jardiknas juga membantu para siswa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Meskipun Jardiknas hanya dapat dirasakan oleh sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, tapi dampak tersedianya internet juga dirasakan oleh kalangan mahasiswa. Rupanya mereka juga tak mau kalah. Beberapa kampus telah menyediakan sarana untuk mengakses internet secara cepat dan mudah. Hal ini juga mempercepat perkembangan pendidikan di Indonesia, mengingat mahasiswa adalah kaum muda intelektual Indonesia.
Banyak universitas di Indonesia menyediakan sarana dan prasarana bagi mahasiswanya untuk mengakses internet secara cepat dan mudah. Salah satu upaya mereka untuk itu adalah pengadaan hotspot.
Hotspot, yaitu adalah suatu area yang di situ Internet dapat diakses tanpa kabel dengan perangkat berteknologi Wi-Fi (Wireless Fidelity), dimungkinkan karena pada lokasi tersebut telah terpasang sebuah perangkat Wi-Fi Access Point. Perangkat tersebut memancarkan gelombang radio, yang akan ditangkap oleh laptop, handphone atau personal digital assistance (PDA) milik pengguna yang telah dilengkapi dengan teknologi Wi-fi. Dengan demikian, akses internet nirkabel (wireless) ini dapat dinikmati. (Pengertian hotspot. Dalam www.wikipedia.org)
DAMPAK POSITIF TERSEDIANYA HOTSPOT
Hotspot membawa dampak positif bagi percepatan perkembangan pendidikan mahasiswa. Di antara dampak positif itu ialah mereka menyelesaikan jenjang pendidikan lebih cepat daripada waktu yang ditentukan dan memudahkan akses dengan para pengajarnya. Beberapa dampak positif tersebut tentunya akan membawa perubahan yang sangat besar bagi percepatan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Di Universitas Gadjah Mada (UGM), universitas terbesar dan tertua di Indonesia, beberapa areanya kini juga telah terpasangi hotspot. Hampir setiap hari mahasiswa yang sedang asyik masyuk dengan notebook-nya pun bertebaran di segenap area kampus, seperti di kelas, koridor, perpustakaan, halaman kampus, bahkan juga di kantin. Mulai dari sekadar membaca berita terbaru, membuka e-mail, surfing, chatting, hingga men-download data untuk tugas-tugas kuliah. Dengan fasilitas hotspot gratis ini, para mahasiswa bisa menggunakan Internet kapan saja dan di mana saja selama masih di area kampus. Aktivitas di dunia maya ini biasanya mereka lakukan untuk memanfaatkan waktu jeda setelah mengikuti kegiatan perkuliahan, atau sembari menunggu dosen. (Hotspot: Surga bagi Penjelajah Dunia Maya. Dalam riezqa.blogspot.com/2007/07/wimax-dunia-semakin-tak-terbatas.html)
Mahasiswa juga memanfaatkan fasilitas hotspot utuk mencari sumber referensi dari tugas-tugas mereka, seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang memanfaatkan hotspot yang tersedia di Kampus Unesa (Universitas Negri Surabaya) Ketintang untuk mencari bahan skripsi (Dalam Kompas, Senin 7 April 2008, J). Sebelum tersedianya hotspot di area kampus, mereka cukup sulit mencari sumber referensi dalam waktu singkat, karena mereka masih harus menggunakan fasilitas publik di luar area kampus. Namun, setelah adanya hotspot di area kampus, mereka dapat dengan mudah dan cepat mengakses beberapa sumber referensi tugas mereka dengan teknologi search engine.
Mahasiswa juga diharapkan dapat memanfaatkan E-Learning, yang diakses melalui internet dalam area hotspot. Fasilitas ini memudahkan pertemuan antara mahasiswa dan pengajarnya. Dengan teknologi ini, mahasiswa tidak harus melakukan pertemuan tatap muka. Dengan adanya fasilitas hotspot, mereka dapat melakukan komunikasi melalui electronic mail, video conference atau program lainnya. Selain itu, mahasiswa juga dapat menanyakan materi-materi ataupun tugas yang belum mereka mengerti. Perbaikan terhadap skripsi pun dapat mereka kirimkan pada pengajarnya yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota.
Hal ini tentu saja bisa mempersingkat waktu yang ditempuh untuk menyelesaikan jenjang kuliahnya. Dengan adanya hotspot di area kampus mereka, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jenjang akhir pendidikan Strata 1 (S1) hanya 3,5 tahun. Berarti, semakin cepat pula tersedianya kaum intelektual penerus bangsa Indonesia.
Dengan semakin banyaknya generasi penerus bangsa yang mengenal internet, perkembangan pendidikan di Indonesia tidak hanyabergerak maju, tapi berkembang pesat. Dengan demikian, percepatan perkembangan pendidikan di Indonesia dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
TANTANGAN KETERSEDIAAN HOTSPOT
Penggunaan hotspot area harus memenuhi beberapa prosedur. Hal ini dilakukan supaya mahasiswa dapat mengakses internet dengan mudah. Fasilitas hotspot yang mereka nikmati memang gratis. Namun, ada beberapa prosedur yang harus mereka penuhi.
Untuk menggunakan layanan akses hotspot kampus, para mahasiswa harus terlebih dahulu memiliki login ID berupa username dan password. Untuk memperoleh hak akses ini, para mahasiswa harus melakukan privilege upgrade yang dapat dilakukan di pusat layanan teknis universitas secara online dengan menggunakan email request. Pengguna resmi dari teknologi ini dibatasi untuk lingkup civitas kampus saja, seperti karyawan, staf, mahasiswa dan tamu kehormatan universitas yang telah memiliki atau diberikan hak akses pemakaian. (Penggunaan Akses. Dalam http://balitbang.depkominfo.go.id/?mod=ART0100&view=1&id=ART060322 17050 &mn=ART0100)
Kenyataannya biaya pengadaan hotspot sendiri masih belum bisa dijangkau oleh universitas-universitas di luar daerah Jawa dan Bali. Hal ini berarti fasilitas hotspot masih belum bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa di Indonesia, padahal hotspot membawa dampak positif bagi percepatan perkembangan pendidikan mereka. Melalui hotspot kita dapat memanfaatkan program E-Learning, yang diharapkan mampu membawa pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia.
Meskipun hotspot memiliki dampak positif bagi percepatan perkembangan pendidikan mahasiswa, tapi hal ini masih belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh mahasiswa di Indonesia. Hal ini disebabkan karena ketersediaan fasilitas hotspot yang belum mencakup pelosok Nusantara (Ketersediaan Hotspot. Dalam www.kompas.com).
Tampaklah, di sini terdapat tantangan ketersediaan hotspot. Apabila masalah pengadaan hotspot tidak diatasi dengan segera, maka percepatan perkembangan pendidikan di Indonesia akan terhambat. Di sinilah peran pemerintah dan masyarakat dibutuhkan. Pemerintah harus berusaha secepat mungkin untuk pengadaan hotspot. Sementara itu, bagi Masyarakat diharapkan bersedia menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk pengadaan hotspot di beberapa daerah tertentu.
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tersedianya hotspot membawa dampak positif bagi mahasiswa di Indonesia. Dengan tersedianya hospot area di setiap universitas, maka makin cepat pula jangka waktu pendidikan yang harus mereka tempuh. Dengan demikian, semakin banyak kaum intelektual muda yang tercipta untuk meneruskan bangsa Indonesia. Selain itu, tersedianya hotspot akan mempercepat perkembangan pendidikan di Indonesia, mengingat perkembangan pendidikan di Indonesia masih lambat.
DAFTAR PUSTAKA
Pemanfaatan Hotspot di Kampus Unesa. Dalam Kompas, Senin 7 April 2008.
Halaman J.
http://id.wikipedia.org/wiki/hotspot
http://www.kompas.com
http://www.google.co.id
http://balitbang.depkominfo.go.id/?mod=ART0100&view=1&id=ART060322
17050 &mn=ART0100